Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2013

Tabrakan Dua Galaksi Raksasa Diabadikan




Tabrakan dua galaksi raksasa berhasil diabadikan. Fai Fu, peneliti dari University of California, Irvine, adalah orang yang berperan mengabadikan proses tabrakan galaksi itu.

Fu mengatakan, tabrakan galaksi raksasa itu terjadi di wilayah yang berjarak 11 miliar tahun cahaya dari Bumi. Hal itu berarti bahwa tabrakan galaksi tersebut terjadi pada masa 3 miliar tahun setelah Big Bang.

Awalnya, lewat pengamatan dengan teleskop antariksa Herschel, Fu hanya menemukan hasil tabrakan dari dua galaksi itu. Hasil tabrakan dua galaksi itu sendiri menghasilkan galaksi elips yang dinamai HXMM01.

Lewat pengamatan lebih lanjut dengan teleskop antartika Hubble dan Chandra serta pengamatan dari Bumi menggunakan fasilitas di Observatorium Keck di Hawaii, Fu mengungkap bahwa HXMM01 adalah hasil tabrakan dari dua galaksi yang awalnya berjarak 62.000 tahun cahaya.

Apa yang bisa dipelajari dari penemuan ini? Apakah penemuan ini hanya menyuguhkan foto astronomi yang indah?

Fu mengungkapkan, tabrakan galaksi ini bisa menggambarkan proses evolusi galaksi. Ada pandangan bahwa galaksi elips besar terbentuk dari banyak galaksi kecil yang bergabung. Sementara itu, pandangan lain menyatakan bahwa galaksi elips besar berasal dari dua galaksi besar yang bergabung.

Berdasarkan temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature, Rabu (22/5/2013) ini, pandangan kedua yang menyatakan bahwa galaksi elips besar berasal dari dua galaksi besar yang bergabung tampaknya adalah yang benar.

"Saya pikir 90 persen dari galaksi elips dengan massa sebesar ini terbentuk lewat cara tersebut," kata Fu seperti dikutip Space, Rabu.

Penelitian juga mengungkap bahwa HXMM01 sebagai hasil gabungan dua galaksi besar merupakan galaksi elips yang sangat aktif. Galaksi ini punya 400 miliar bintang dan melahirkan 2.000 bintang per tahun. Galaksi Bimasakti sendiri hanya melahirkan 2-3 bintang baru per tahun.

Namun, pembentukan bintang di galaksi itu rupanya tak efisien. Dengan kecepatan pembentukan bintang yang tinggi, debu sebagai material pembentuk bintang cepat habis. Dalam 200 juta tahun, galaksi itu "mati".

Di sisi lain, penemuan ini juga menggambarkan masa depan Bimasakti yang diperkirakan akan bertabrakan dengan Andromeda 4 miliar tahun. Tabrakan akan menghasilkan galaksi yang oleh astronom telah dinamai

Sumber : Kompas.com

Sebuah Kawah Baru Terbentuk di Permukaan Bulan





Bulan memiliki kawah baru. Pada Jumat (17/5/2013), sebuah meteorit menghantam permukaan Bulan dengan kecepatan 90.000 km/jam.

"Pada 17 Maret 2013, sebuah batu besar menghantam wilayah Bulan yang disebut Mare Imbrium. Benda itu menimbulkan ledakan dan cahaya terang, 10 kali lebih terang dari cahaya yang biasanya kami lihat," kata Bill Cooke, Meteoroid Environment Office, NASA, seperti dikutip Space, Jumat.

Kawah baru terbentuk akibat ledakan berukuran lebih kurang 20 meter. Sementara itu, meteorit yang menghantam berukuran 30-40 cm dengan berat sekitar 40 kg.

Fenomena Sains Yang Menakjubkan!!!!

  Beberapa fenomena alam berikut ini menimbulkan bencana bagi umat manusia, namun terlihat indah dan menakjubkan. Terkecuali tentunya tiang cahaya dan migrasi kupu-kupu monarch yang memberi visual nan indah untuk disaksikan. Langsung saja kita lihat bersama, ya????
1.    Migrasi kupu-kupu Monarch
Migrasi massal kupu-kupu  Monarch (Danaus  plexippus) terjadi saat musim dingin meliputi sebagian besar Amerika Utara menuju daerah selatan. Warna kupu-kupu oranye dan hitam terlihat indah ketika memenuhi langit biru.

Ahli Ungkap Fakta Baru Supernova




Teleskop NASA berhasil mendapat bukti baru mengapa terjadi supernova atau ledakan bintang dua ribu tahun silam. Astronom kini mengungkap fakta terbaru.
“Sisa supernova menjadi besar dengan sangat cepat. Besarnya mencapai dua atau tiga kali dari perkiraan dari ledakan yang terjadi dua ribu tahun silam. Kini, kami berhasil menemukan penyebabnya,” kata astronom Brian J. Williams dari North Carolina State University di Raleigh, North Carolina, Amerika Serikat (AS).
Pengamatan inframerah baru dari Spitzer Space Telescope dan Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) NASA menunjukkan, ledakan bintang itu terjadi di ruang yang ada dan mengakibatkan bahan-bahan terlempar dari bintang dan berjalan lebih cepat dan lebih jauh dari perkiraan.